My Blog Viewers :)

Tampilkan postingan dengan label bahan Liqa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahan Liqa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2015

Allah tak pernah Ingkar Janji

ALLAH TAK PERNAH INGKAR JANJI

"Jangan sekali kali meragukan janji Allah yang waktunya sudah nyata nyata akan datang, namun belum datang jua. Agar keragu-raguan itu tidak mengotori mata hatimu dan memadamkan cahaya nurani mu".

Sesungguhnya janji Allah itu benar. Dia tak pernah ingkar janji kepada makhluknya. Meskipun manusia itu ingkar kepada-Nya, durhaka dan berbuat dosa, tetapi Dia tak pernah mengubah rahmatNya. Sebab Allah Maha pemurah dan Bijaksana.

Kebanyakan kita menatap liku-liku kehidupan dan berbagai macam manusia hanya melihat dari mata kepalanya. Bukan dengan mata hatinya. Lalu timbul keluhan, mengapa orang yang durhaka, tetapi nasibnya baik dan beruntung? Sedangkan orang yang taat tampaknya hidup serba susah. Lalu terjadi kebimbangan di hati sehingga menganggap Allah tidak menyayangi orang yang taat, tetapi justru memberi rahmat orang durhaka.

Dalam melihat sesuatu hendaknya kita juga menggunakan mata hati. Sesungguhnya jika kita melihat dengan mata batin, maka kita akan tahu bahwa sesungguhnya Allah itu Maha Adil dan Bijaksana. Jangan engkau samakan Allah dengan manusia. Karena Allah sang Maha Sabar. Ia tak akan mengubah takdirNya sekalipun terhadap orang orang yang membangkang.

Khowas adalah selalu merasa tak berarti dihadapan Allah. Amal ibadah dan amal salehnya serta pengorbanannya tak pernah dihitung-hitung. Apalah artinya menghitung sesuatu yang sangat kecil jika dibandingkan dengan karunia Allah yang berupa fitrah dan cahaya ruh.

Sama halnya raja memberimu hadiah. Maka apakah karena pekerjaanmu yang baik atau karena permohonanmu terus menerus yang kau sampaikan kepadanya? Pada hakikatnya tidak. Meskipun engkau menjadi abdi yang taat dan patuh, tetapi jika raja tak berkenan memberikan hadiah, maka tak akan ada kemurahan bagimu. Hadiah itu hak raja, apakah dia mau memberi atau tidak.

Begitupula pintu makrifat, merupakan hak Allah. Kau tekun beribadah atau tidak, jika Allah berkehendak membukakannya, maka apa sulitnya? Jadi pintu makrifat itu BUKAN KARENA AMAL SALEHMU.

Pahamilah, bahwa sikap, tindakan dan amal saleh itu hanyalah tanda bahwa dirimu adalah hambaNya. Itu merupakan kewajibanmu.

Senin, 25 Agustus 2014

Diary Muslimah Part V

Komunikasi barulah sehat dan berguna apabila prasangka dihilangkan saat berbicara.  Apabila kita sudah berprasangka, maka syaitan yang berkuasa.  Bila sudah begini diam jauh lebih baik, karena bicara jadinya dosa.  Emosi cenderung membuat kita mencari-cari salah, bukan SOLUSI.  Memojokkan lawan bicara bukan menuntun dan menyemangati.  Prasangka buruk berujung menghakimi, tak perduli tak mau mengerti, bila dari awal sudah menyimpulkan, lalu apa gunanya diskusi?  Dan bila syaitan sudah mengambil alih, tanda-tandanya terlihat dilisan, kasar, kotor, penuh caci maki dan celaan, semua sarat keburukan.  Dan kata-kata yang dilontarkan memang diniatkan untuk menyakiti, karena hati berpenyakit senang orang lain sakit tersebab dirinya.

Dari situ diskusi berubah menjadi bagaimana menjatuhkan manusia.  Serang kehormatan dirinya, bukan lagi diskusi tataran ide, tapi individu.  Mereka lupa akal bisa ditakluk dengan dalil tapi hati jadi terkunci.  Akal melihat pada dalil, namun hati tertakluk pada akhlak ranggi.  Tak ada arti ilmu tanpa adab, dan adab itu bersumber dari iman, maka ilmu yang tak beradab, jauh dari keimanan.  Seorang pendakwah takkan pernah berkata kasar dan buruk akhlak, karena dia tahu persis, kasar itu menjauhkan dirinya dari mad'u.  Dan ingat, yang paling penting dalam diskusi bukan yang berdiskusi, tapi semua yang mengetahui diskusi itu, mereka yang menilai.  Jadikan akhlak yang mulia sebagai pakaian, lisan baik sebagai hiasan, biar Allah yang menilai, karena Allah yang memiliki hati manusia.

Sabtu, 10 Mei 2014

Bacalah 2 menit saja

Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang sedang bekerja di bawah.
Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.
Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp. 1.000- yg jatuh tepat di sebelah si pekerja.
Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tsb dan melanjutkan pekerjaannya.
Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas.
Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.
Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.

Cerita tersebut di atas serupa dengan kehidupan kita, اَللّهُ selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita.
Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kpd NYA...
Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang,
Bahkan kita selalu bilang...
kita lagi "HOKI!"
Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik اَللّهُ
Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yg kita sebut musibah..! agar kita mau menoleh kepada-NYA...

Sungguh اَللّهُ sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada NYA. Sehingga tak perlu lagi lemparkan batu kecil lagi saat IA rindu dan ingin berkomunikasi dgn kita..

Semoga bermanfaat

Percakapan Ayah dan Anak

Sepulang sholat Jum'at.
Ayah : Nak, tadi dengerin khotbahnya?
Anak : Dengerin donk Yah...
Ayah : Sekarang Ayah tes, sebagai Anak harus berbakti pada siapa?
Anak : Ibu...
Ayah : Kemudian siapa lagi?
Anak : Ibu...
Ayah : OK, selanjutnya siapa?
Anak : Ibu...
Ayah : Bagus, abis itu siapa?
Anak : Ayah....
Ayah : Pinter, jadi Ibunya ada berapa tadi?
Anak : ada 3
Ayah : Ayahnya berapa?
Anak : 1
Ayah : Ibu kamu berapa?
Anak : 1
Ayah : Berarti kurang berapa?
Anak : 2
Ayah : Sip, nanti sampe rumah bilang sama Ibu ya.....

Percakapan antara Ayah dan Anak sepulang kajian Magrib

Seri 2

Ayah : Nak, tadi dengerin ceramahnya?
Anak : Dengerin donk Yah...
Ayah : Sekarang Ayah tes, kata pak ustad, wanita dinikahi karena apa aja?
Anak : kecantikannya
Ayah : terus?
Anak : keturunannya...
Ayah : OK, terus apa lagi?
Anak : kekayaannya...
Ayah : Bagus, abis itu apa lagi?
Anak : agamanya....
Ayah : Pinter, berarti ada berapa wanita yg dinikahi?
Anak : ada 4
Ayah : menurut kamu, ibu kamu termasuk yg mana?
Anak : baik agamanya dong
Ayah : berarti kurang berapa?
Anak : 3 lagi
Ayah : yang mana aja?
Anak : yg cantik, kaya terus yg anak pejabat
Ayah : Sip, nanti sampe rumah bilang sama Ibu ya.....


Seorang anak menghampiri ibunya yg sedang memasak di dapur.
Anak: Ibu, tadi kata Bapak, seharusnya aku punya tiga ibu, karena sekarang baru satu, jadi masih kurang dua.
 

Ibu: Nak, kamu tau ini sayur apa?
 

Anak: Terong, Bu.
 

Ibu: Bagaimana caranya agar satu terong ini bisa dinikmati oleh tiga orang?
 

Anak: Dipotong tiga Bu.
 

Ibu: Anak pintar. Nanti kamu bilang Bapakmu ya...

Notes : Cerita ini hanya untuk hiburan semata. Apabila terdapat kesamaan cerita merupakan hal yang tidak di sengaja :D || don't forget to leave a comment ^^ thank you 

Rabu, 30 April 2014

BACALAH !!!



Makna kehidupan
By : Setyawati Prihatini


Apa yang kita lakukan disini, dan kemana kita akan pergi?
Sama halnya seperti kita bangun di pagi hari, dan kemudian datang ke sebuah acara.  Jangan tanyakan apapun, ikuti saja alurnya, just GO with the FLOW.
Hasilkanlah uang sebanyak apapun, dan cobalah untuk tidak bangkrut.  Ikuti semuanya yang kamu lihat di Televisi, dari model rambut, sampai dengan pakaian.
Dan jangan berfikir terlalu banyak, lakukanlah seperti yang diperintahkan.  Jika kamu mulai bingung kemudian engkau berpaling ke alcohol.  Dan masih tetap bingung? Maka berpalinglah ke radio, hear your thoughts.  Seperti saat kamu belajar bergaya hidup dengan NARKOBA, SEKS dan ROCK N ROLL.

Tetapi sejujurnya aku hanya ingin tahu, APAKAH KITA HANYA TUMBUH UNTUK MENJADI TUA?  Hidup dan mati hanya untuk meninggalkan rumah yang dicintai, dan seluruh perabotan yang akan dimiliki orang lain?
Aku hanya ingin tahu, sebelum peti mati ditutup, sebab aku tidak ingin berjudi dengan jiwaku, atau siap untuk mengambil resiko.  Jika hanyalah pertanyaan hidup sederhana dan jika hanya mencari beberapa jawaban.
Seperti apa yang kita lakukan disini, dan APA TUJUAN KITA ?? Bagaimana kita dapat berada disini, dan SIAPA YANG MEMBUAT KITA BEGITU SEMPURNA??  Dan apa yang terjadi ketika kita mati atau apakah dunia ini BENAR-BENAR BERHARGA?  Pertanyaan yang tidak kita jawab, karena nampaknya kita tidak harus menjawabnya.



 Apakah kita tidak punya tujuan dalam hidup dan keberadaan kita hanya sesuatu hal yang wajar?  Dalam hal tadi izinkan aku bertanya padamu,
Apakah kamu menciptakan dirimu sendiri ataukah orang lain yang menciptakanmu?

Karena kau adalah makhluk yang sempurna, tanpa cacat dan taka da bandingannya.  Kamu, adalah produk dari kecerdasaan LUAR BIASA.  Dan aku hanya berfikir RASIONAL.. Adakah sebuah kamera di dunia ini yang dapat menyerupai mata manusia? Ataupun sebuah computer yang dapat berkerja seperti otak manusia??  Dan bahkan jika seluruh manusia di dunia saling bersatu, kita tidak akan dapat menciptakan seekor lalat.

Begitu banyak pertanda yang terus kita pungkiri.
Saat ilmu dunia mencoba membenarkan  semua ini muncul dari sesuatu yang tidak ada,  Ketika sebuah penjumlahan ZERO PLUS ZERO CANNOT POSSIBLY EVER GIVE YOU ONE !!
Jadi darimanakah semua berasal? Untuk segala  sesuatu pasti memiliki asal, sang membuat, sang pencipta dan kepunyaan-Nya, yang ku maksud apa yang menyebabkan kamu membaca tulisan ini.  Seseorang haruslah membuat tulisan ini.  Jadi kamu dapat percaya adanya “BIG BANG” tapi aku lebih memilih percaya pada “DIA” yang menjadikan “BIG BANG” dapat terjadi.
ALLAH…..
Sang pencipta dari alam semesta bersama dengan setiap jiwa.  Yang TAK PERNAH MATI, Sang Penguasa satu-satunya yang memegang kendali.  Tidak seperti ciptaan-Nya, DIA diluar imajinasi kita dan Dia tidaklah seorang laki-laki apalagi makhluk sekutu.  DIA berdiri sendiri. Dan Dia tidak pernah meninggalkan kita sendiri.  Like every manufacturer, DIA berikan kita sebuah buku panduan… Al-Qur’an dan Islam.
dan mohon ma’af jika saya lancing untuk menyimpulkan , tapi inilah satu-satunya kemungkinan.  Satu-satunya pengertian Tuhan sebagai Yang Esa dan satu-satunya, Dzat Yang Maha Kuasa menjadikannya hal yang logis.
Sebuah buku tanpa kontradiksi, dengan keajaiban ilmu ilmiah dan sejarah di dalamnya, semuanya telah diungkapkan lebih dari 1400 tahun yang lalu.  Seperti deskripsi detail dari embrio manusia.
Deskripsi dari embrio manusia di dalam Al-Qur’an tidak mungkin berdasarkan pengetahuan ilmiah pada abad ke-7 masehi.
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq (segumpal darah).  Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.” (QS Al ‘Alaq ayat 1-3)

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging.  Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.  Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (QS Al-Mu’minuun ayat 14)

 “Gunung-Gunung sebagai tiang menyangga kokok di bawah tanah, dan dua lautan yang tidak bercampur dalam aliran terpisah yang sempurna, hingga planet planet di orbit yang beredar, pergantian malam dan siang seraya mereka tetap pada jalurnya.  Penciptaan dari  alam semesta dan semua ciptaannya yang berasal dari H2O.  Menuju cerita mengenai masa lalu dan pemeliharaan jasad Fir’aun.  Menjelaskan letak terendah di daratan dimana Persia mengalahkan Roma.  Air yang memancar yang menghasilkan manusia yang terletak  diantara tulang sulbi dan tulang belakang. “

Dan tak satupun kata telah berubah, Al-Qur’an masihlah sama.  Jadi tolong jelaskan bagaimana semua ini telah diketahui over 1400 years ago??  Kepada seorang manusia yang tidak dapat membaca maupun menulis, sebagaimana dia akan menyampaikan apa yang malaikat katakan.
Dan jika kamu masih tidak percaya silakan datang dengan sesuatu yang setidaknya menyerupai, BUT YOU CAN’T.
Jadi kita menjadikan Tuhan sebagai sebuah ejekan dan utusan-Nya sebagai sebuah lelucon.  Menganggap kitab-kitabNya sebagai legenda dan dongeng dari orang orang terdahulu.  Selagi kita hidup hanya menuruti gaya, hasrat dan keyakinan kita… WHIMS, DESIRES and HOPES.
Mengatakan kehidupan ini adalah satu-satunya rumah yang akan pernah kita tempati.  Kita akan hidup kemudian mati, atau dengan mudahnya menjadi tulang belulang..

YOLO (You Only Live One)..
** Correction :  Setelah rerumputan mati, hujan datang, dan rumput akan tumbuh kembali.

Dan Allah menjanjikan hal yang sama untuk setiap jiwa kita.  Dan membangkitkanmu hingga dari ujung jari dengan sempurna.  Sebagai mana Yang Maha Melihat mengawasi kita begitu dekat, karena we are surely being tested, pada kekayaan kita, kesehatan kita, diri kita sendiri dan semua hal yang telah didapatkan.  Jadi, percayalah bahwa kita pastinya akan dihidupkan kembali… SURELY BE RESURRECTED.  Dan dibawa kembali kepada Tuhan untuk melaporkan setiap perbuatan.  Sebagaimana Dia memberikan kita kitab dan memerintahkan kita untuk, “BACALAH!!”
Dari yang jahat hingga yang baik, dan semu hal diantaranya.. kamu, cukuplah dirimu sendiri untuk mempertangggungjawabkan perbuatanmu.  Jadi, jangan marah pada-Ku.  Kamu yang mengira bahwa dirimu tidak akan dikembalikan kepada Kami, Aku berikan kepadamu seluruh hidupmu yang panjang untuk mencari tentang Ku, tetapi kamu sibuk mengejar seluruh hal yang bersifat SEMENTARA !! Jadi, “BACALAH !!” Dan ketentraman hadir kepada setiap yang percaya, tetapi jika kamu TIDAK PERCAYA… “BACALAH !!” Dan jangan biarkan hari itu (Kematian) menjadi hari pertamamu mengetahui apa makna sebenarnya dari KEHIDUPAN.

“BACALAH!!”  

Minggu, 29 September 2013

Jangan Pernah Mengurusi Urusan Allah

Assalamu'alaikum wr. wb

Apa kabar saudaraku? Ku harap kau baik-baik saja, senantiasa berada dalam lindungan dan rahmat Allah swt, mendapatkan ridha-Nya dan menjadi umatnya Nabi Muhammad saw. (Aamiin aamiin aamin yaa Rabbala'lamin)

Saudaraku yang ku cintai karena Allah, mungkin ini bisa jadi renungan untuk kita semua sekaligus menjadi bahan introspeksi diri ini yang lalai dari agama-Nya.  Bukannya aku ingin menggurui, namun aku hanya ingin men-share apa yang terkadang aku rasakan, mengenai diri ini yang kadang ego terhadap keputusan-Nya.

"Sawaabiqul himami laa takhrifu aswaarol aq'daari"

Semangatmu yang menggebu tak akan dapat menembus hijab ketentuan Allah swt.  Saudaraku, terkadang kita membuang banyak energi dan tenaga untuk mencapai sebuah niat dan tujuan bukan? Ya, Pasti! berulang kali kita berusaha agar tujuan kita tercapai.  Aku juga seperti itu, yaah kita semua.  Namun, kembali hati ini bertanya "Bukankah takdir Allah itu urusan-Nya semata?" Ya Benar! tugas kita hanya berusaha, berusaha untuk tetap berada dijalan yang diridhai-Nya.
Terkadang kita bekerja keras, berikhtiar untuk mencapai tujuan dan cita-cita, namun seringkali kita lupa bahwa didepan sana, dalam proses usaha kita ada semacam benteng yang kokoh, yang tak mungkin seorangpun mampu menerobosnya, Yah! benteng itu adalah Hijab takdir atau Kekuasaan-Nya.

Kamu boleh berkehendak.  Kita boleh merencanakan.  Namun, kita semua pasti tahu kalau kehendak kita tak akan mampu mengalahkan kehendak-Nya.  Allah tak mau dan tak mungkin diatur oleh hamba-Nya, yang memaksakan kehendak demi mencapai tujuan dan cita-cita.
Itulah sebabnya mengapa kita harus menanamkan iktikad tentang takdir Allah.  Untuk apa? Agar manusia benar-benar menyadari bahwa daya, upaya, energi dan kekuatannya itu tak sebanding dengan kekuasaan Allah.  Kita, sangat kecil dan tak berarti.

Tenangkanlah jiwamu dari urusan duniawi, sebab apa yang telah dijanjikan Allah, janganlah kamu turut memikirkannya

Saudaraku yang lembut hatinya,
apakah engkau menyadari bahwa kerisauan jiwa kebanyakan disebabkan permainan pikiran yang selalu was-was, selalu mengkhawatirkan kejadian-kejadian yang "tidak enak" yang akan menimpa.  Orang tidak tenang karena membuang-buang energi untuk mencemaskan apa yang akan terjadi besok hari, lusa, setahun kemudian atau masa depannya.  Ketakutan itu karena khawatir nasibnya tidak beruntung.  Padahal "kejadian-kejadian" yang dia pikirkan itu belum tentu terjadi.

Satu hal yang terkadang diri ini malu dihadapan-Nya adalah terkadang akupun seperti itu. (Astaghfirullah) aku selalu merasa risau, maka aku masih kurang Tawakal.  Ya Rabb ampuni aku.
Berdasakan buku Durrotul Ilmi Jilid I karya KH. Imam Bukhory Al-Habsy Al-Ayyuby orang-orang yang mempunyai ketajaman mata hati akan selalu berpegang teguh pada surat Ath Thalaq ayat 3 yang artinya : "Barangsiapa yang mau bertawakal (berserah diri) kepada Allah, pasti Dia akan mencukupi kebutuhannya"

Beliau mengatakan bahwa jika kita berpegang teguh terhadap ayat Allah tersebut kita tidak akan sibuk mengurusi urusan Allah yang kita sendiri tidak pernah mengetahuinya, apakah benar-benar terjadi atau tidak.  Kita telah berikrar bahwa diri ini adalah hamba-Nya.  Jika demikian maka kita harus menempatkan diri kita sebagai Budak. yah, Budak.  Seorang budak yang tidak memiliki hak untuk ikut campur urusan Tuannya.

Saudaraku,
Kita sebagai seorang hamba Allah haruslah percaya sepenuh jiwa bahwa Dia telah menetapkan cara dan sarana penghidupan untuk memenuhi kebutuhan makhluknya.  Bukankah kekasih-Nya, Baginda Rasulullah saw pernah bersabda,"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sepenuh hati, pasti kamu akan mendapatkan rezeki seperti rezekinya burung yang ketika pagi meninggalkan sarang perutnya kosong, ketika sore hari pulang ke sarang perutnya penuh" (HR. At Turmudzi)

Oleh karena itu, kewajiban bagi diri ini adalah mengikuti kehendak Allah dengan senang dan dengan itikad yang baik.  Nasehat bagi diri ini adalah : wahai tubuhku, wahai jiwaku, khusyuklah dalam menjalankan ibadah secara benar, bantulah aku untuk menjadi hamba Allah yang baik, yang patuh dan tak pernah sibuk mengurusi urusan-Nya. Aamiin.

Yaa Allah, Yaa Rabb, ampunilah diri ini yang terkadang lancang ingin mengetahui apa yang Engkau sudah tetapkan kepadaku.  Ampunilah hati ini yang sering memaksakan keinginan yang tak sepatutnya ku paksakan kepada-Mu.. Ampunilah aku Rabbi..
Wassalamu'alaikum wr. wb

Setya Rosa Gallica

Rabu, 25 September 2013

Ketentuan dari yang Maha Menentukan dan Terimalah yang telah Dia Berikan

Assalamu'alaikum wr.wb Kekasih Allah... :)


Kali ini saya akan memposting beberapa bab dari sebuah buku bacaan favorite saya yang berjudul "Durrotul Ilmi Jilid I" Karya Al-Mukarrom Kanjeng Syaikh Prof. DR. KH. Imam Bukhory Al Habsy Al Ayyuby.  Sebenarnya alasan kuat saya untuk memposting ini adalah karena saya sangat menyukai cara beliau dalam menyampaikan pemikirannya kedalam bentuk buku. Awalnya buku ini saya baca ketika dirumah Abah sulkan (Paman saya), saya sangaaat menyukai cara Beliau membahas permasalahan yang kita alami, sehingga saya terasa seperti berdialog dengan Beliau. Segala pertanyaan saya terjawab. dan Saya berharap siapapun yang membaca blog ini juga mendapatkan manfaat dari tingginya ilmu beliau. Aamiin.  Dan kalau boleh saya meminta sedikit amal soleh kalian untuk sekedar menyebarkan (share) agar dapat menjadi bahan bacaan ataupun sebagai bahan dakwah. ingatlah : Sampaikanlah walau satu ayat !
Semoga ini menjadi amal jariyah bagi kita semua, aamiin yaa Rabb

Sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit siapa KH, Imam Bukhory Al Habsy Al Ayyuby, beliau merupakan Pemangku Pondok Pesantren Modern Al Azhar dan Ponpes Modern Nurul 'Izzah, Boteng, Gresik, Jawa Timur.   Al-Ustadz Kyai Haji Imam Bukhori Al-Ayyubi adalah lulusan master dan professor S3 di bidang fiqih universitas di mesir, beliau adalah murid dr Syeikh Al-Ayyubi mesir, saat ini mengajar di berbagai universitas di surabaya, dan mengajar di universitas pondok modern Gontor ponorogo, beliau mulai merintis pondok pesantren sebagai wadah untuk berdakwah,beliau juga menerima bantuan untuk menolong orang baik itu kesusahan karena penyakit dhohir atau batin, dengan ikhlash tanpa embel embel.
caranya... ya rahasia...
          Al-Mukarrom Kanjeng Syaikh Prof. DR. KH. Imam Bukhory Al Habsy Al Ayyuby.            
Beliau juga selain mumpuni di bidang ilmu agama juga sakti mandra guna, ilmu ilmu batin seperti apa saja bisa bro,masalah dengan gaib, Insya Alloh mampu dan sering diceritakan kepada jama'ahnya bahwa itu semua bukan untuk pamer, tetapi untuk tahadduts bin nikmah sebagai rasa syukur kepada Alloh atas semua karunia yg diberikan dari Alloh kepada beliau dan juga sering di undang ke kapolda jatim untuk memberikan siraman rohani untuk para tentara dan polisi supaya iman mereka kuat dan juga beliau hafal Al-Quran 30juz, itu yg membuat saya bangga dan kepingin menjadi seperti beliau.. Aamiin

Buat yang pengen konsultasi atau bertemu dengan beliau, silahkan datang ke kediaman beliau di boteng menganti gresik jatim. Insya Allah meluber yang datang, tapi cuma hari minggu dan kamis dari pagi sampai malam.
Nah, Beliau juga yang meng-ijazahi mengenai Sayyidus shalawat yang pernah beliau nasehatkan kepada saya, mengenai apa itu sayyidus shalawat dan apa manfaatnya akan saya bahas di postingan selanjutnya.  Seperti janji saya, saya akan memposting mengenai beberapa Bab dari buku karangan Beliau yang berjudul Durrotul Ilmi Jilid I
Check This Out ! ^^

Orang yang membangga-banggakan jerih payah dan perbuatannya, ketika gagal akan berkurang harapannya terhadap rahmat Allah

Jika dirimu mempunyai anggapan bahwa segala sesuatunya yang telah engkau petik di dunia ini atas atas jerih payahmu sendiri, maka berarti engkau membanggakan diri terhadap kemampuanmu.  Engkau akan menemui penyesalan ketika gagal kelak.  Engkau akan menyesal manakala mendapati hasil yang tidak sesuai dengan harapan.
Manusia seringkali lupa bahwa dibalik daya upaya dirinya itu ada kekuatan yang maha Kuat. Kekuatan yang berkuasa dan menentukan harapan-harapannya.  Jika mata hatimu jernih, maka engkau akan melihat bahwa asal penyebab dibalik jerih payahmu dan hasil yang kau dapatkan hanyalah dari Allah semata.
Keyakinan itu haruslah ditanamkan dalam hati, agar engkau tidak menyesal manakala ikut bermain dalam kehidupan ini kemudian terantuk batu sandungan, GAGAL ! Begitu juga saat engaku berhasil dalam mencapai harapan, maka engkau tidak akan kufur nikmat.
Kebanyakan diantara manusia lupa diri.  Mereka menganggap semua harapan itu dapat diraih dengan kekuatan usahanya sendiri.  Karenanya jika ia telah mencapai kenikmatan hidup, akhirnya jadi berbangga diri.  Mereka mengingkari nikmat yang dirasakan.  Mereka lupa bahwa yang menentukan hasil akhir dan jerih payahnya adalah Allah.  Tanpa campur tangan kekuasaan-Nya, tak mungkin dapat mencapai kenikmatan itu.

Ingatlah, jika engkau lupa bahwa takdir Allah itu sangat mempengaruhi jerih payahmu, maka engkau pasti kecewa ketika menemui kegagalan.  Tetapi jika dirimu sadar terhadap adanya penyebab kegagalan dibalik usaha, maka kegagalan hanya engkau pandang sebagai peringatan guna memperkuat kesadaran dalam berkehendak.  Orang yang mengaku salih, tentu akan menyandarkan harapannya kepada yang mengabulkan cita-cita.

Engkau ingin bertajrid, padahal Allah menjadikanmu pada golongan yang mencari penghidupan.  Keinginan (bertajrid) merupakan keinginan hawa nafsu.  Sebaliknya kau ingin memenuhi keinginan duniawi, padahal Allah telah menjadikanmu kedalam golongan bertajrid. keinginan mengejar duniawi merupakan kemunduran dari cita-cita yang luhur

Allah swt tidak hanya menciptakan kehidupan akhirat.  Allah juga menciptakan kehidupan duniawi.  Mengapa engkau membenamkan diri dalam ritaul-ritual yang justru menghabiskan umurmu menjadi sia-sia, tidak bermanfaat bagi sesama.  Engkau berkeinginan dekat kepada Allah, lalu duduk berlama-lama memutar biji tasbih, tepekur sampai tengkuk mu menjadi kaku.  Engkau memperbanyak amalan-amalan sunnah, sampai-sampai yang wajib terlupakan.
Sikap seperti itu pertanda bahwa engaku hanya mengejar kehidupan akhirat belaka.  Engkau melupakan hak dan kewajibanmu sebagai makhluk di muka bumi.  Padahal Allah menjadikan manusia sebagai khalifah, sebagai pengatur dan penguasa dunia.  Engkau lupa bahwa dirimu mempunyai hak dan kewajiban untuk beristri dan beranak, mencari nafkah dan bergaul dengan sesama.  JIka engkau bersikap mementingkan diri sendiri karena memburu akhiratmu, maka engkaupun melupakan kewajibanmu terhadap sesama manusia, terhadap anak dan istrimu, terhadap orang-orang disekitarmu.
Atau, justru sebaliknya, engkau tidak memikirkan akhirat sama sekali tetapi sibuk memburu kekayaan.  Siang dan malammembanting tulang.  Tak henti-hentinya mengumpulkan energi dan memeras keringat.  Semua itu kau lakukan untuk mencapai kenikmatan duniawi.  Ingatlah, Allah tidak hanya menciptakan duna, tetapi juga menyediakan akhirat.  Jika dirimu tenggelam dalam lautan duniawi belaka, lalu mana persiapan untuk akhirat mu? Kenikmatan hidup di dunia ini hanya sekejap.  Bagaikan musafir yang singgah di bawah sebuah pohon untuk berteduh.
Sebagai orang yang bermata hati, hendaknya jangan memntingkan urusan akhirat saja.  Karena keinginan itu merupakan keinginan hawa nafsu.  Sebaliknya jangan pula mementingkan urusan duniawi.  Itupun merupakan keinginan hawa nafsu.
Orang-orang yang tajam penglihatannya, tentu dapat mengatur keseimbangan anatar kepentingan akhirat dan kehidupan duniawi.  Masing-masing mendapatkan porsi yang seimbang.  Orang-orang ini sadar bahwa Allah telah menyediakan kenikmatan duniawi yang harus dicapai dengan jerih payah.  Allah juga menjanjikan akhirat yang harus diraih dengan jerih payah pula.  Karenanya, dlaam masalah ini yang terpenting adalah diperlukan sikap untuk berserah diri kepada Alla, bersikap menerima atas kehendaknya terhadap penghidupanmu.

Saudaraku, terima kasih sudah berkesempatan membaca. Jangan lupa di share sekiranya ini bermanfaat untuk kita semua.  Saya juga masih belajar, mohon maaf sekiranya banyak kesalahan. Semoga kita termasuk kedalam golongan hamba-hambanya yang sukses dunia dan akhirat. Aamin yaa Robbal'alamin.

Wassalamu'alaikum wr. wb

Setya Rosa Gallica