My Blog Viewers :)

Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2015

Tulisan ini kutujukan untuk hatiku dan
hati sahabat-sahabat tercintaku yang
kerap kali terisi oleh cinta selain
dariNya, yang mudah sekali terlena
oleh keindah dunia yang fana, yang terkadang
melakukan segalanya bukan karenaNya,
lalu di ruang hatinya yang kelam merasa 
snang jika dilihat dan dipuji orang, 
entah di mana keikhlasannya.

Maka saat merasakan kekecewaan dan 
kelelahan karena perkara yang dilakukan tidak karenaNya. Maka sesungguhnya Allah tidak pernah menanyakan
hasil. Dia melihat kesungguhan
dalam berproses.

Tulisan ini kutujukan pula untuk jiwaku
serta jiwa sahabat-sahabat tercintaku
yang mulai lelah menapaki jalanNya
ketika seringkali mengeluh, merasa
dibebani bahkan terpaksa untuk
menjalankan tugas yang sangat mulia.

Padahal tiada kesakitan, kelelahan
serta kepayahan yang dirasakan oleh
seorang hamba melainkan Allah akan
mengampuni dosa-dosanya. Ma Syaa Allah...

Tulisan ini kutujukan untuk ruh-ku dan
ruh sahabat-sahabat tercintaku yang
mulai terkikis oleh dunia yang menipu,
serta membiarkan fitrahnya tertutup
oleh maksiat yang dinikmati, lalu di
manakah kejujuran diletakkan ? Dan kini
terabailah sudah nurani yang bersih,
saat ibadah hanyalah sebagai aktivitas rutin
belaka, saat jasmani dan fikiran
disibukkan oleh dunia, saat wajah
menampakkan kebahagiaan yang penuh
kepalsuan. Coba lihat jauh lebih kedalam ! Hati kita sesungguhnya
menangis dan merana.

Tulisan ini kutujukan untuk diriku dan
diri sahabat-sahabat tercintaku yang
sombong, yang terkadang bangga pada
dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun
yang membuat kita lebih di hadapanNya
selain ketakwaan

Senin, 25 Agustus 2014

Diary Muslimah part VI

Ulama ada beda pendapat tentang definisi dan bentuk jilbab serta khimar,
 tapi tak pernah berbeda bahwa jilbab dan khimar itu wajib bagi muslimah.  
Pada masa Rasulullah, jangankan muslimah yang tak menutup aurat, Asma yang menutup aurat namun tak sempurna pun Nabi beri nasihat.  
Menutup aurat itu mencirikan setidaknya dua hal penting pada seorang Muslimah, ketaatannya pada Allah swt dan rasa malu, keduanya ciri salihah.  
Begitupun lelaki salih memandang ketaatan sebagai syarat utama, itu artinya wanita yang berhijab, taat Allah dan patuhi suaminya.  
Begitu juga anak-anak yang terlahir dan di didik ibu yang menutup aurat, ia teladan bagi anaknya, tak ada tanggungan baginya dunia dan akhirat.  
Begitupun seorang Muslimah yang menutup aurat karena ketaatannya, ia selamatkan ayahnya dari dosa, dan suaminya dari selaksa siksa.  
Menutup aurat itu salah satu tanda wanita tampakkan indah dan mulia, dengan menunjukkan peritah Allah melebihi segala-galanya.  
Mayat saja dimuliakan jasadnya dengan ditutup bagiannya. 
 Bagimu Muslimah, belum tibakah saatnya bersyukur akan nafas yang masih ada?


Senin, 18 Agustus 2014

Diary Muslimah Part IV

Iman itu perkara hati yang tak terlihat mata, namun cirinya terlihat lewat amalan raga.  Maka yang shalat, puasa, berhijab belum tentu beriman, tapi yang beriman pasti shalat, puasa, dan auratnya ditutupkan.  Karena iman itu pengakuan, yang mewajibkan adanya pembuktian, maka semakin banyak bukti, maka semakin kokoh keimanan.  Maka Al-Qur'an dalam ratusan ayat mengajak manusia berfikir, dalam alam, dalam hidup dan manusia ada tanda yang diukir.  Semakin banyak bukti, semakin kuat keyakinan, sampai satu titik keyakinan itu jadi tak tergoyahkan.  Saat iman pada Allah sudah mewujud berdasarkan bukti, saat diminta, jangankan harta, nyawapun tak berat untuk diberi.  Namun bukan keyakinan sesuatu yang muncul dari emosi.  Ia datang saat beramai-ramai dan pergi saat merasa sendiri.  Jadi istiqamah itu datangnya dari keyakinan, dan keyakinan itu perlu pembuktian.  Dan siapapun yang mampu membuktikan eksistensi Allah, maka menaati Allah dan istiqamah menjadi perkara yang tidak susah.  Namun bagi yang tidak meyakini Allah secara sempurna, menaati Allah seolah jadi beban yang mengekang jiwa.  Dan bagi mereka yang beriman, ada kebebasan dalam ketaatan.

Diary Muslimah Part III

Renungan untuk diriku sendiri...

Seorang muslim itu dilihat dari lisannya dan amalnya, siapa yang buruk lisannya biasanya juga buruk amalnya.  Lisan seorang muslim bukanlah yang pandai mencela, baik pada ummat lain, apalagi sesama saudara.  Dunia memang tak selamanya adil, akan ada kejahatan yang terbalaskan, ada kebaikan yang tak terjelaskan, karena itulah akan ada "Hari Pembalasan".  Jadi teruslah berbuat baik, walaupun manusia menuduh anda buruk, maka senantiasa jauhi keburukan walau dikira itu bagian dari kebaikan.  Manusia yang habis akal memang cenderung memfitnah.  Pahami saja, orang panik tak punya cara lainnya. Manusia yang dengki memang cenderung mencaci.  Coba mengerti saja, yang tumpul akalnya dan tajam lidahnya.

Bila kita berbuat hanya karena Allah, kita dicukupkan dari anggapan manusia.  Cukuplah Al-Qur'an yang jadi penyemangat dan pengingat.  Begitulah arti ayat yang selalu kita lisankan :"MAALIKI YAUMIDDIN", Dialah Allah, pemilik "Hari Pembalasan", Dia Yang Maha Adil.  Maka tidak lepas pengetahuan dan pengawasan-Nya akan hamba-Nya, semua baik dan semua buruk terlah tercatat.  Maka bertenanglah, jalan kebenaran ini panjang, tapi tentu pasti berujung, jalan perjuangan kadang melelahkan, tapi pasti akhirnya kebahagiaan.

Bertenanglah, di"Hari Pembalasan" penguasanya hanya ALLAH :)

Diary Muslimah part II

Terbata bata dan tersalah dalam menyampaikan kebenaran itu wajar.  Fasih dan mati-matian memperjuangkan salah dan dosa itu kurang ajar.  Yang belajar membaca Al-Qur'an, walau susah lidah dan terbata, ucap Nabi bagi mereka ada dua pahala : untuk susah dan belajarnya.  Namun, yang merasa berilmu lalu malah menyesatkan orang lain? Inilah kesombongan dan jahil yang hakiki, merasa lebih dari yang lain.  Syaitan bukan tidak berilmu, tapi ilmunya tak membawa pada taat, merasa dirinya lebih baik, lalu menolak kebenaran, maka syaitan dilaknat.

Yang paling berbahaya itu yang merasa dirinya sudah tahu, pada dirinya tak ada lagi yang perlu diberitahu atau diberi ilmu.  Yang lebih berbahaya lagi, merasa berilmu lalu merendahkan orang lain.  Tak ada manfaat apapun ilmunya kecuali menambah diri angkuh. Tiada diberi ilmu bermanfaat oleh Allah kecuali yang rendah hatinya.  Bila belajar dia memiliki adab, bila mengajar dia santun akhlaknya.  Dia memuliakan murid dan menghormati guru, dia tidak merasa paling tahu walaupun berilmu.  Dia memperbaiki kesalahan bukan menghina yang teersalah.  Memuji Yang Maha Benar, Bukan menyanjung manusianya.  Jika ilmu justeru membuatmu lebih jauh dari ALLAH, itu bukan ilmu melainkan tipuan syaithan.  Bila ilmu justeru membuatmu meremehkan manusia, sungguh engkau jauh dari tuntunan Muhammad saw.

Yaa Allah Yang Maha Ilmu, tuntunlah aku agar terus memberikan manfaat bagi orang di sekeliling ku, agar aku terus mengamalkan apa yang telah Kau karuniakan kepadaku..
Yaa Rabbi.. rendahkan hatiku, lembutkan lisanku, agar aku mudah meneladani Rasul Mu..
Yaa Rahman, berikanlah sifat kasih dan sayang kepadaku, agar aku dicintai oleh orang-orang disekeliling ku..
Yaa Rabb, ini semua tidak mudah jika tidak Engkau jadikan mudah, Kau Yang Maha Memiliki kunci hati setiap ummat..
Rabbi, karuniakanlah aku agar aku mudah meneladani Rasul Mu, mengamalkan Qur'an dan hadist Mu...
Kabulkanlah do'aku... 
Rabbana 'aatina fiddunya hasanah, wafil'akhirati khasanah, waa qinaa 'adzabannar.. Aamiin aamiin yaa Rabbal'alaiin.