My Blog Viewers :)

Rabu, 28 Juni 2017

@setyasetya 's Kitchen

TUMIS TERONG TERI ala @setyasetya



Bahan :
♥ Terong ungu 2 buah
♥ Teri / Ebi secukupnya
♥ Saos Tiram 1 sendok
♥ bawang merah, putih, daun bawang
♥ cabe kecil
♥ garam, gula, petsin secukupnya
♥ kecap 2 sendok makan
.
Cara membuat :
♥ cuci bersih terong, lalu potong kecil (sesuai selera)
♥ cuci bersih ebi / teri
♥ goreng setengah matang terong yg sudah dipotong, sisihkan
♥ panaskan minyak, tumis bawang merah, putih dan daun bawang dan cabe hingga harum
♥ masukkan ebi / teri, goreng sebentar
♥ masukkan terong yg sdh digoreng sebelumnya.
♥ tambahkan 1 sendok saos tiram
♥ tambahkan 2 sendok kecap manis
♥ tambahkan petsin, gula dan garam sesuai selera
♥ sajikan. Selamat mencoba 😊

@setyasetya 's Kitchen

Tumis Pare ala @setyasetya


Tumis pare ala @setyasetya
.
Bahan :
- Pare hijau 1 buah
- jagung manis 1 buah
- Minyak Goreng
- Air 50 mL
- saus Tiram 1 sendok makan
- Cabe kecil
- bawang merah, putih, daun bawang
- gula pasir, garam secukupnya
.
CARA MENGOLAH PARE BIAR TIDAK PAHIT :
- Ambil pare yang telah di siapkan. Lalu belah pare tersebut menjadi dua bagian.
- Buang biji pare yang ada di dalamnya. Setelah itu, potong-potong pare dengan ukuran sesuai selera.
- Ambil garam secukupnya. Lalu remas-remas pare yang telah dipotong tersebut dengan menggunakan garam. Jika sudah, cuci pare sampai bersih.
- Siapkan panci yang diisi dengan air secukupnya. Lalu didihkan air tersebut. Jika air telah mendidih, masukan pare yang telah dipotong-potong tadi. Rebus pare sampai setengah matang. angkat lalu tiriskan
.
.
Cara Memasak Pare :
Panaskan minyak, masukan bawang merah, bawang putih, dan cabai merah iris. Aduk-aduk sampai semuanya layu serta mengeluarkan aroma harum. Setelah itu, masukan pare yang telah kita rebus. Jgn lupa jagungnya ..Lalu aduk-aduk sampai tercampur merata.Tuangkan air dengan takaran seperti yang telah ditentukan. Aduk sampai merata.Tambahkan bumbu seperti garam, gula pasir, dan merica bubuk. Aduk-aduk sampai bumbu larut. Masak kembali sampai semua bahan matang dan bumbu meresap. Angkat dan sajikan. Selamat mencoba :)

Jumat, 30 Desember 2016

Perihal Jodoh



Sungguh beruntunglah perempuan-perempuan yang baik dan laki-laki yang baik 🌹
.
Mengapa demikian?
Karena mereka akan saling dipersatukan oleh Allah Subhanahu Wata'ala. Sedangkan mereka yang tidak baik, pun akan dipertemukan dengan yang tidak baik pula.
Sebagaimana firman Allah Azza Wa Jalla : “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)”.
[QS. An-Nur: Ayat 26]
Tetapi yang perlu di garis bawahi pada hal ini bahwasanya, perbuatan baik itu dilandaskan dengan ikhlas atas dasar mencari keridhoan Allah, bukan diperuntukkan hanya untuk mendapatkan perhatian makhluk Nya saja.
Jika memang kita dianggap baik oleh Allah, maka dengan seizin Nya, kita akan dipersatukan dengan mereka yang dianggap baik oleh Allah Subhanahu Wata'ala.
So, hammasa untuk menjadi orang baik. Allah maha Tahu siapa yang benar benar mencintai dan berbuat baik hanya karena Nya.

Rabu, 28 Desember 2016

Cara Allah

Ada kalanya dimana keputusan tak sesuai dengan yang kita harapkan
Mungkin keputusan itu akan mengajarkan kita tentang rasa syukur pada setiap keadaan

Ada kalanya disaat cobaan datang bertubi-tubi dan seakan kita merasa tak mampu bagaimana cara menyelesaikannya
Mungkin cobaan itu akan mendewasakan kita dengan keikhlasan dan kesabaran

Ada kalanya dimana yang datang lalu pergi lebih baik dari pada harus bersama kita
Mungkin yang pergi akan terasa berarti ketika kita mampu mengartikan bahwa tak ada yang abadi keberadaannya selain Allah semata

Ada kalanya dimana penantian akan terasa lelah ketika melihat kebersamaan orang lain dalam ikatan tak halal
Mungkin yang menanti akan lebih Allah percayai ketika dia mampu memegang Amanahnya untuk menjaga diri dari segala yg di haramkan...

Jadi, biarkan Allah selesaikan dengan cara-Nya.
Cara terindah menurut-Nya.. Kelak, kau akan menyadari dan meleleh dengan semua skenario dan rancangan-Nya

Minggu, 25 Desember 2016

Menjaga Pandangan

Suatu malam aku berbicara dengan seseorang.
Awalnya pembicaraan kami ringan saja.
Tapi ternyata seringkali berujung pada titik-titik kritis tentang masa depan.
Salah satunya, pasangan dimasa depan.
Aku tidak memungkiri seusiaku adalah galau perihal menikah.
Terutama bagi mereka yang memutuskan tidak ingin berpacaran.
Namun kutegaskan ya, ini bukan berarti aku akan menikah besok atau bulan depan.
.
Kerap kali orang disekitarku menasehatiku tentang memilih pasangan hidup.
Menekankan agar aku memilih ia yang padai menjaga pandangan.
Terutama karena aku yang masih berilmu rendah ini, yang masih memiliki rasa kecemburuan demikian hebat, dan tanpa sedikitpun mengingkari sunnahnya poligami namun memilih menjadi satu untuk selamanya, InsyaaAllah.
.

Aku selalu kagum pada laki-laki yang begitu berusaha menjaga pandangannya.
Menunduk pada lawan bicaranya jika ia seorang perempuan.
Yang bahkan, terlihat seperti orang yang mencari receh jatuh dilantai.
.
Aku juga mengapresiasi pada laki-laki yang bahkan tidak berani menatap seorang perempuan meski hanya sebatas foto jika tanpa restu dari si pemilik foto.
Yang ini bisa kita perhatikan dari orang-orang yang ia follow.
Mungkin kita akan sedikit sekali mendapati ia follow perempuan.
Kecuali tentu yang ia kenal.
Hebat bukan?
.
Dijaman sekarang yang orang bisa stalking sana sini tanpa ketahuan asal ngga nge love.
Dijaman sekarang yang orang bisa bobo liatin foto orang lain bermodal screenshoot atau download diam-diam.
.
Yah, dijaman sekarang.
.
Semoga suatu saat nanti kita dipertemukan dengan ia yang pandai menjaga pandangan.
Dengan ia yang juga pandai menjaga hati hanya pada satu orang.
.
Namun ibuku juga selalu menasehatiku untuk paham bahwa jodohku adalah cerminan diriku.
Dan akan kudapat sesuai dengan apa yang aku usaha jaga dan pertahankan.
.
Jadi, mari bersiap melawan hati dan nafsu yang berkebalikan dengan syariat.
Tentu saja semata berlandaskan Allah Ta’ala.
Bukan cinta, ya.

Kamis, 29 September 2016

Li Madza Ahsan ?

Li madza ahsan ? Kalau ternyata setiap menit dan setiap menit terdapat kelapangan dari Allah Sang Maha pemilik langit.


Li madza ahsan ? Jika ternyata, rejeki ku sudah tertulis, umurku telah di tentukan, dan ajalku juga sudah ditetapkan entah kapan datangnya.


Li madza ahsan? Kalau ternyata sayangnya Allah kepadaku melebihi sayangnya seorang ibu kepada bayinya.


Li madza ahsan ? Kalau ternyata ketika aku beristighfar kepada Allah, Allah akan memberikanku rejeki dan menghilangkan semua kegelisahanku.


Li madza ahsan ? Jika ternyata ketika Allah berkehendak atas sesuatu, Allah akan berkata "KUN ! MAKA JADILAH"


Li madza ahsan? Jika kepercayaanku kepada Allah tidak ada penghalangnya.

Li madza ahsan? Jika rasa optimisku dan senyumku lebih baik daripada aku bersedih.


Jika kamu sedang bersedih, maka sujudlah dan katakan :"Dan jika engkau di dzalimi, maka sujudlah di hadapan-Nya dan berdo'a ,"wahai Yang Maha Adil, tolonglah aku!"


Dan jika engkau hendak memilih, maka sujudlah dan katakan pada Allah,"Wahai Dzat yang Maha Melihat, berikanlah aku petunjuk".

Li madza ahsan ? :') la tahzan ...

www.setyarosagallica.blogspot.com

Selasa, 02 Agustus 2016

Saat Allah merancang yang terbaik menurut-Nya

Surah Al-Baqarah ayat 216, Allah yang Maha Tahu segalanya sudah mengisyaratkan boleh jadi engkau tdk suka dgn sesuatu, padahal menurut ilmu Allah, pengetahuan Allah baik untukmu, dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu padahal buruk bagimu.

Allah Maha Tahu, kalian tidak tahu, makanya kita tidak boleh sok tau. Sering kali kita kecewa pada awalnya, tapi berjalannya waktu kita malah bersyukur ternyata yang kita anggap buruk ternyata sesudah dijalani, hikmahnya lebih baik dari apa yang kita duga. Allah Maha sayang terhadap  hamba-Nya, Allah tidak pernah dzlim terhadap hamba-hamba Nya yang beriman. Allah merancang apa yang terbaik menurut-Nya bukan menurut kita, bukan menurut selera kita, karena selera kita lebih dekat dengan hawa nafsu.

Ini renungan ku dari tadi malam, perasaan gelisah. Merasa yang paling buruk padahal sudah berusaha sekuat mungkin. Tidak tenang, tidurpun sampai tak terasakan. Berusaha menenangkan diri dengan berdzikir, shalawat hingga tertidur.  Alhamdulillah paginya agak ridha dan ikhlas. Yakin bahwa Allah benar-benar maha mengetahui apa yang akan terjadi sedangakan kita tidak. Kita sebagai makhluk Allah hanya bisa mengira-ngira dan sok tahu tentang apa yang akan terjadi. Maka malaikatku pun mengingatkan dan berbisik : "Tenang, Allah Maha Tahu. kalau Allah bilang Kun Fayakun! manusia ga ada yang bisa merubah. Tenang, berusaha legowo.."

Maka ku katakan pada diriku sendiri : 
Ada banyak cara Allah untuk mempertemukan, terlihat rumit padahal sederhana, terlihat jauh padahal dekat, terlihat orang lain padahal kamu. Semoga Allah mempertemukan kita dengan orang-orang baik.  Selaluada awal untuk memulai sesuatu, dan semoga Allah selalu menjadi yang pertama. Aamiin

Sebab tujuan yang besar memerlukan banyak pengorbanan dan keikhlasan.  Maka ku yakinkan diri ini bahwa rumusnya tidak selalu apa yang sulit didapatkan itu bertahan lebih lama dari yang lebih mudah di dapat.  Ini bukan perkara besar kecilnya perjuangan, melainkan tentang betapa takdir tidak bisa dikalkulasi dengan cara yang matematis.  Semuanya bergantung pada ridho ALLAH, sesuatu yang selama ini kita sering abaikan karena hasrat dan hawa nafsu kita yang menguasai setiap mili keinginan kita.


Samarinda, 2 Agustus 2016

Jumat, 08 Juli 2016

Mahar Pernikahan

Baginda bersabda,"sebaik-baik wanita adalah yang mudah maharnya.." Baginda Rasul ajarkan kemuliaan wanita, lewat kesederhanaan dan kehanifan. Baginda tahu, wanita terlena sebab harta, perhiasan dan pujian. Maka, menasehati wanita akan kesederhanaan yang akan melembutkan jiwa dan meluruskan tujuan pernikahan.

Bukan agar tak ramai dan indah pesta pernikahan, tapi agar selamatkan jiwa wanita setelah pernikahan. "Sebaik baik kalian adalah yang berlaku baik pada istrinya.." kata Baginda di hadist lain. Baginda rasul ajarkan para lelaki kesahajaan dan keharmonisan. Pada jiwa wanita cenderung dinamis.

Bukan beliau ajarkan lelaki beri harta termewah pada wanita atau mahar termahal dan melangit. Tapi pada penjagaan jiwa, perawatan hati keluarga dan wanita pada setelah pernikahan. Suami adalah pondasi, dinding,atap dalam rumah tangga. Sedangkan si istri adalah isi dari rumah tangga.

Maka, adalah hikmah baginda : "sebaik-baik wanita adalah yang mudah maharnya" dan sebaik-baik laki-laki adalah yang baik perilakunya terhadap istrinya, yang tahu memuliakan wanitanya. Cinta itu kebiasaan. Maka rawatlah ia agar terus berdetak.

Senin, 04 Juli 2016

Ah.. Masih belum sholih !

Seringkali kita meremehkan seseorang yang datang. Entah kurang dimananya hingga mulut mencomot kata-kata yang sepatutnya bukan kita yang melontar. Meremehkan.
.
.
Perihal ke-sholeh-an seseorang, ternyata benar. Siapapun tidak ada yang tau kecuali sang Pemilik Hati. Bukan hak kita menilai suatu kadar ke-sholeh-an mereka, maluuuu sekali perihal aku sering melakukan itu. Astaghfirullah .....
.
.
Subhanallah....
.
.
Ingin yang sholih tapi sendiri belum giat pergi ke majlis ilmu dan berakhlak baik.
Ingin yang tampan, ganteng, keren tapi masih sibuk mempertontonkan kecantikan, bukan menyembunyikan.

Ingin ini, ingin ini! Seperti itu maunya !
Ah, belum sholih-masih bolong sholatnya
ah belum mencintai sunnah Nabi
ah, masih suka main musik
ah, masih suka ikhtilat dan sebagainya...

Padahal kita ngga pernah tau bagaimana dia ketika sendiri, dalam hening dia meronta kepada Allah agar mengampuni semua khilafnya, bagaimana dia menangis sejadi-jadinya karena menurutnya tidak ada lagi pintu maaf.

Subhanallah... Keliru aku saat itu mudahnya hati ini bersifat ujub. Merasa Shalih ! SOMBONG ! Laa ilaaha illa anta... Subhanaka inni kuntu minadzalimin..