My Blog Viewers :)

Tampilkan postingan dengan label cerita kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita kehidupan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Mei 2014

Bacalah 2 menit saja

Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang sedang bekerja di bawah.
Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.
Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp. 1.000- yg jatuh tepat di sebelah si pekerja.
Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tsb dan melanjutkan pekerjaannya.
Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas.
Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.
Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.

Cerita tersebut di atas serupa dengan kehidupan kita, اَللّهُ selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita.
Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kpd NYA...
Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang,
Bahkan kita selalu bilang...
kita lagi "HOKI!"
Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik اَللّهُ
Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yg kita sebut musibah..! agar kita mau menoleh kepada-NYA...

Sungguh اَللّهُ sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada NYA. Sehingga tak perlu lagi lemparkan batu kecil lagi saat IA rindu dan ingin berkomunikasi dgn kita..

Semoga bermanfaat

Senin, 24 Februari 2014

PEMENANG KEHIDUPAN




Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut. 


Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. 
Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu. 

Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya,


"Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?" Sahabatnya menjawab, 
"Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain". 

"Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali", bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel. 

"Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. 
Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. 
Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri". 

Sahabat Luar Biasa ... 
Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. 
Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. 
Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. 
Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba2 jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu. 

Coba renungkan. 
Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? 
Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? 

Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! 
Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik. 

PEMENANG KEHIDUPAN : 
Pemenang kehidupan" adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai..

Silakan di share sekiranya anda merasa bahwa catatan sederhana ini bermanfaat untuk orang lain. Terima Kasih