Tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Firman Allah dalam surat adz-dzariyat ayat 56, yang artinya : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.
Setyawati Prihatini. Menulis merupakan sebagian dari caraku agar aku dikenang dengan manfaat yang ku berikan :) Tidak ada manusia yang sempurna.. Mohon ma'af lahir dan bathin.
My Blog Viewers :)
Rabu, 07 April 2021
Zona 3 - Misi 7 Selam Palung Laut 2
Rabu, 31 Maret 2021
Zona 3 Selam Palung Laut ------- Materi 6 : Ibu Profesional dan Empat Keterampilan Dasar menjadi Orang Tua
Ekspedisi Samudera telah dimulai. Ombak besar alhamdulillah telah saya lalui, gelang jelajahpun telah saya dapatkan. Kini, kapal jelajahpun telah meninggalkan pelabuhan,samudera luas kini mengelilingi saya dengan ombak yang tak henti menerpa kapal jelajah. Di fikiran saya hanya,"apakah saya siap untuk menyelami Samudera Amarta yang menyimpan banyak harta karun?" Bismillah bersama SahabatWI saya siap dipandu untuk mendapatkan perbekalan yang pas.
4 Keterampilan Dasar Orang Tua :
4. Belajar untuk Apresiasi bukan Evaluasi
Rabu, 24 Maret 2021
Menerjang Ombak : Piramida Ibu Profesional
Bekal sudah ditangan dan kapal siap mengarungi Samudera. Peti harta karun pun saya bawa dan sudah saya letakkan di tempat yang aman, kini saya siap kembali untuk Menerjang Ombak dan saya dipandu oleh SahabatWI Nesri Baidani. Di Zona 3 Misi 5: Ekspedisi Mengarungi Samudera
Samarinda, 22 Maret 2021
Materi 5 : PiramidaIbu Profesional
Keempat hal di atas diharapkan mampu melahirkan para ibu yang memiliki akhlak mulia. Selanjutnya, piramida atas menggambarkan output atau hasil dari proses belajar yang dijalani di Ibu Profesional. Ibu yang sudah mengikuti berbagai aktivitas di Ibu Profesional diharapkan: Memiliki kemampuan untuk mendidik dan mengembangkan bakat anak, Memiliki kemampuan untuk mengelola keluarga dengan hebat, Memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan Memiliki semangat untuk terus-menerus mengembangkan diri. Didukung dengan support system utama ibu dalam keluarga, yakni suami dan anak-anak, diharapkan ibu bisa jadi agen perubahan dan menjadi bermanfaat bagi diri, keluarga, maupun masyarakat. Kualitas hidup meningkat, begitu pula akhlak mulianya.
Terlihat bahwa kedua piramida itu bertemu di titik: akhlak mulia. Konsep Piramida Ibu Profesional menjadikan akhlak mulia sebagai patokan karena itu sesuai dengan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW. Beliau diutus ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dengan memiliki akhlak mulia, kita bisa : Mengembangkan diri dengan proses belajar yang sebaik-baiknya, Memiliki adab dan akhlak sebagai nilai hidup, Memberi sumbangsih manfaat yang besar bagi banyak orang, Memberi kemanfaatan, kemuliaan, kebaikan yang besar tidak hanya dalam karya tapi dalam generasi keturunan dan peradaban.
Jumat, 12 Maret 2021
Aliran Rasa Zona 2 Matrikulasi Ibu Profesional Batch 9
Alhamdulillah, kini Zona 1 Misi 2, Zona 2 Misi 3 dan Zona 2 Misi 4 sudah terlewati. Kini saatnya untuk mengalirkan rasa apa-apa yang sudah saya lewati dan yang saya kerjakan dalam mengerjakan misi-misi yang telah diberikan.
Diawali dengan kejutan di awal masuk matrikulasi batch 9,saya menunggu-nunggu misi apa yang akan diberikan, apakah sudah memasuki suatu pulau atau ada sesatu yang harus kami dapatkan terlebih dahulu. Namun, diluar dugaan saya, ternyata misi 1 ini tidak seperti misi biasanya, terutama saat saya masih berada dalam FBG Transcity. Misi 1 atau yang disebut misi pre-test ini membuat saya sedikit kaget, karena kami diberikan beberapa soal tentang pengetahuan kami yang sedikit tentang beberapa hal. Namun ini hanya untuk mengukur air dalam gelas kami, apakah sudah penuh atau tidak, alias apakah kami mengetahui apa yang akan kami terima. Dari beberapa pertanyaan tersebut memberikan kalimat "OH"yang panjang dan lebar, karena ini dibahas di misi-misi selanjutnya. Dari sini saya memahami bahwa apa yang saya pahami baru kulit luarnya saja, dan di Ibu Profesional ternyata kami diberikan Guru-Guru atau Sahabat Wi yang luar biasa. Banyak ilmu dan penjelasan serta pencerahan yang saya dapatkan. Di penyetoran misi 1 Pretest ini saya mengumpulkan di hari kedua (tanggal 18 Februari 2021) Pukul 12.23 . Tidak menjadi orang yang awal ataupun yang paling akhir alias mengerjakan di jam Cinderella, namun ada beberapa hal yang harus saya lakukan sehingga mengumpulkan di hari kedua. Namun dari sinilah yang menjadi titik awal atau titik 0 saya untuk menawaitukan diri menjadi orang yang pertama di misi selanjutnya untuk mengumpulkan tugas. Ya, bukan bersaing dengan orang lain namun saya bersaing dengan diri saya sendiri. Ada kepuasan, ada apresiasi, dan pastinya kebangaan saat dapat mengumpulkan tugas tepat waktu dan yang paling awal ditengah kesibukan dalam pekerjaan domestik.
Lalu ditanggal 24 Februari 2021, 6 hari setelah pretest kami memasuki Zona 1 Misi 2. Yaitu kami diberikan materi mengenai "Bahagia Belajar - Critical Thinking Ibu Profesional" yang disampaikan oleh Mba Utami Sadikin. Critical Thinking serta CoC (Code of Conduct) yang merupakan materi pembuka yang harus kami pahami selama di Ibu Profesional mengenai apa-apa yang boleh dan tidak boleh. Di misi 2 ini kami diminta untuk melakukan self talk mengenai 3 hal (bekal) yang paling saya butuhkan selama misi penjelajahan Samudera Amarta. Postingan misi 2 ini dapat di baca di Zona 1 Misi 2 Setyawati Prihatini IP Samkabar.
Alhamdulillah, dari misi 2 ini saya mendapatkan kompas penjelajahan dari Ibu Profesionaluntuk melaju ke Zona berikutnya. Kompas ini yang akan membantu saya menunjukkan arah.
Dari semua misi yang diberikan, saya memberikan Bintang 5 untuk diri saya sendiri karena saya memahami materi yang disampaikan dan berhasil mengerjakan misi atas dasar refleksi dan pemikiran saya sendiri. Kemudian pemberian bintang 5 ini juga sebagai Self Reward atau apresiasi terhadap diri saya sendiri karena dapat mengerjakan semua misi dengan sangat baik. Insya Allah dengan 3 badge ini saya siap melanju ke Zona selanjutnya, siap untuk mencari bekal ilmu dan siap untuk bertualang ! Bismillah, Samudera Amarta i'm ready !
Senin, 08 Maret 2021
Menentukan Arah Mata Angin
Alhamdulillah Jangkar sudah didapat, kini saatnya saya bersiap untuk menaiki kapal dan menentukan arah mata angin agar saya tidak tersesat. Namun, karena saya masih baru dalam pelayaran ini maka saya dibantu oleh Sahabat Widyaiswara : Mba Endang Prasdianti. Beliau berdomisili di Singapura yang memiliki profil yang sangat menakjubkan bagi saya. Saat ini Mba Endang Prasdiani menjabat sebagai Walikota Hexagon City di Institut Ibu Profesional. Dimana ditahun tahun sebelumnya beliau menjabat sebagai Leader Komunitas IP ASEAN, Leader Komunitas IP ASIA, Direktur Marketing KIPMA (Koperasi Mandiri Ibu Profesional) serta kiprahnya sebagai Manajer Keuangan IIP ASEAN. Maka sudah sangat pantas bagi saya untuk dipandu Mba Endang untuk menentukan arah mata angin ini sebelum belajar.
#Misi 4
#PenjelajahanSamuderaamarta
#Matrikulasi9
#InstitutIbuProfesional
#SemetaKaryaUntukIndonesia
#InstitutibuProfesionalIndonesia
Senin, 01 Maret 2021
Zona 2 Bentang Layar : Memilih Kapal Jelajah dengan Merdeka Belajar
Alhamdulillahirabbil'alamiin..
Setelah melewati Zona 1 Pulau Harmoni kemarin, saya sudah melakukan Self Talk untuk menuliskan bekal apa saja yang akan saya bawa saat melakukan Penjelajahan samudera amarta di Institut Ibu Profesional. Kini, semangat menjelajah kiat berkobar, ikat pinggang harus saya kencangkan karena tak lama lagi kita akan membentangkan layar dan pastinya bekal telah saya siapkan dengan aman. Kini saya memasuki Zona 2 Bentang layar. Bekal sudah siap, kompas sudah ditangan, saya siap untuk membentangkan layar kapal. Saatnya mulai untuk memilih kapal idaman yang akan saya gunakan untuk berlayar. Tepat tanggal 1 Maret 2021 sahabat widya iswara (Hamidah Rina Mantiri) membantu saya untuk membuat peta belajar, beliau membantu saya untuk menyiapkan bagaimana saya akan mengarungi Samudera Amarta di Institut Ibu Profesional.
Zona 2 : Bentang Layar Memilih Kapal Jelajah
oleh Hamidah Rina Mantiri
Setiap pembelajaran di Ibu Profesional setiap batchnya selalu memberikan pengalaman yang berbeda bagi setiap anggotanya. Saya yang baru bergabung di Matrikulasi Batch 9 saja saat awal orientasi harus menyesuaikan diri dengan format belajar dengan platform Facebook Grup, kemudian masuk dalam WAG Transcity (Sementara) lalu sekarang dengan jumlah peserta yang dinyatakan masuk dalam matrikulasi 9 kembali disatukan dalam Facebook Grup Pelabuhan Matrikulasi. Sejak memasuki Transcity saya jadi lebih banyak mengenal istilah-istilah baru dalam dunia media sosial, nah di Ibu Profesional saya dikenalkan dengan Gamifikasi. Gamifikasi adalah membuat proses belajar seperti game (permainan). Di Transcity pula saya mengenal dan memiliki Walikota, Pulau Cahaya, Sahabat WI (Widya Iswara) dsb. Mengapa ini diperkenalkan dan apa tujuan dari pola belajar seperti ini?
Di Institut Ibu Profesional ini kita di ajarkan untuk Pretend Play (Bermain Peran). Gamifikasi membantu untuk memudahkan saya untuk menyerap pembelajaran yang sedang diterapkan saat ini. Ibu Profesional lebih maju karena memang dari awal menerapkan metode pembelajaran secara daring (online), dimana saat ini kita ketahui bersama dengan adanya wabah Covid-19 Pemerintah menerapkan protokol kesehatan dan melakukan pembatasan untuk aktifitas diluar rumah dengan cara menerapkan WFH (Work From Home) dan SFH (School From Home). Di Matrikulasi 9 ini gamifikasi yang diterapkan saya diposisikan sebagai seorang penjelajah. Dalam gamifikasi ini juga diterapkan beberapa level-level tantangan, misi yang harus saya taklukan. Dimana ketika tantangan/misi tersebut bisa saya taklukkan akan ada rasa kepuasan dan exicited untuk menaklukkan misi atau tantangan selanjutnya.
PEDAGOGY (I Know, You Don't Know). Contohnya, ada Guru dan Murid. Di Matrikulasi 9 ini ada Guru (Sahabat WI) harus banyak membaca, banyak tahu karena lebih banyak mengajar. Maka, saya sebagai murid memiliki peran untuk menerima ilmu tersebut.
ANDRAGOGY (I Know, You Know). Contohnya, Guru dan Murid sama-sama tahu, jadi lebih banyak diskusi. Apa yang diperlukan disini? Peran kita baik sebagai guru dan murid adalah harus banyak bertanya. Harus bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan yang memantik atau mencetuskan ide-ide belajar.
HEUTAGOGY (You Know Better) Contohnya adalah semua posisinya setara. Sahabat WI memfasilitasi kondisi belajar yang memantik teman-teman mahasiswa institut Ibu Profesional.
MERDEKA BELAJAR, BELAJAR MERDEKA
❤ Suka
#Misi3
#PenjelajahSamuderaAmarta
#Matrikulasi9
#InstitutIbuProfesional
#IbuProfesionalforIndonesia
#SemestaKaryauntukIndonesia
Rabu, 24 Februari 2021
Bahagia Belajar - Critical Thinking Ibu Profesional
Alhamdulillah, 2 hari yang lalu pendalaman materi sudah diterima, yaitu ZONA 1 (Materi 2) yang disampaikan oleh mba Utami Sadikin mengenai Bahagia Belajar serta Review Critical Thinking dan CoC. Berikut ini materi yang sudah saya catat guna untuk catatan saya pribadi, dan harapannya dapat bermanfaat untuk orang lain. Insya ALLAH.
Bahagia Belajar – Critical Thinking
Bahagia belajar itu apasih? Bahagia Belajar di Ibu Profesional sudah diterapkan apa arti dari bahagia belajar itu sendiri. Seperti dibuatkan wadah agar kita bisa memilih mau belajar di Institut Ibu Profesional, Sejuta Cinta,dan juga Komunitas Ibu Profesional. Nah ada 3 syarat dalam bahagia belajar, yaitu :
Pertama Merdeka memilih wadah di Ibu profesional
Di awal foundation, kita diberikan informasi bahwa di Ibu professional ada 3 wadah yang diberikan oleh Ibu professional, seperti Komunitas Ibu professional, Institut Ibu Profesional dan juga sejuta cinta. Sehingga kita diberikan kebebasan untuk memilih dimana minat dan passion yang ingin kita kembangkan. Di komunitas kita akan bertemu dengan teman-teman yang sesuai dengan passion kita, di Institut Ibu Profesional kita akan diberikan materi materi pembelajaran layaknya perkuliahan, dan di Sejuta Cinta kita akan bertemu dengan teman-teman di ranah kebaikan.
Kedua Konsisten dan Komitmen
Setelah memilih wadah belajar maka kita harus komitmen terhadap apa yang kita pilih. Tanpa keaktifan untuk mencari tahu ada apa saja di Ibu professional maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Dengan adanya self motivation maka konsisten dan komitmen ini dapat terbentuk.
Ketiga Sesuai dengan Value dan CoC (Code of Conduct) Ibu Profesional
Ada 5 value atau 5 nilai dari ibu profesional, yaitu :
Belajar
Berkembang
Berkarya
Berbagi
Berdampak
Ke lima nilai
ini berdasarkan value yang akan melekat pada diri seorang pembelajar tanpa
melihat nilai atau standar orang lain.
Untuk Modal belajar di Ibu Profesional maka dibutuhkan Critical Thinking yaitu perasaan yang harus dihadirkan saat kita belajar di Ibu Profesional. Ada 3 Critical Thinking menurut mba Utami Sadikin atau yang sering di singkat 3B, yaitu :
Benar
Segala yang kita kerjakan di Ibu professional harus benar. Contohnya seperti membagikan informasi, kita harus men-sortir apakah berita ini benar. Jika jawabannya iya, berarti kita masuk ke tahapan berikutnya. Namun jika berita ini Hoax, maka berita ini cukup berhenti di kita. Ini yang akan selalu kita bawa saat belajar di Ibu Profesional.
Baik
Setelah tadi kita tahu bahwa berita tersebut benar, maka kita harus mengetahui apakah berita tersebut baik untuk kita atau untuk orang lain.
Bermanfaat
Dengan modal Critical
Thinking tersebut maka harapannya apa-apa yang kita kerjakan dan kita bagi
ke orang lain, pastikan bahwa informasi atau ilmu tersebut dapat kita
pertanggung jawabkan. Dengan adanya CoC
(Code of Conduct) ini menjadi pedoman berperilaku sesama pengurus atau
anggota Ibu Profesional. Hal ini harus
dibuat untuk menjaga kita dalam batas wajar dalam berkomunitas dan berinteraksi
dengan tujuan untuk melindungi hak para anggota.
Fungsi lain
dari CoC adalah memiliki aturan main yang jelas, dengan adanya ini maka anggota
akan mendapatkan apresiasi. Namun sebaliknya, jika anggota melanggar poin-poin
yang ada di CoC maka anggota bisa dikenai peringatan untuk bisa mematuhi apa
yang ada di CoC. Sehingga selalu ada konsekuensi yang akan didapatkan
(apresiasi atau peringatan).
Dan yang
ketiga manfaat dari adanya CoC ini adalah fokus pada Solusi. Di dalam berkomunikasi sesama anggota tidak
boleh membahas SARAT (Suku Agama Ras dan Anggota Tubuh) atau membahas
khilafiyah yang berujung pada debat kusir yang tidak ada habisnya. Dengan adanya CoC tersebut maka kita akan focus
terhadap solusi untuk menjawab tantangan yang ada.
Yang ke empat
dari point point yang disampaikan tadi adalah, kita diajak untuk mewujudkan
atau mengikuti value dari Ibu Profesional.
Tanpa sadar ini akan melekat atau menjadi karakter dari seorang Ibu
pembelajar. Karena setiap ibu akan
selalu menjadi panutan bagi anak-anaknya.
Bagaimana memiliki generasi yang beradab jika Ibunya adalah Tuna Adab ?
Contoh dari Critical Thinking dalam kehidupan sehari-hari adalah saat anak kita merengek untuk dibelikan mainan atau meminta jajan. Maka yang harus kita terapkan adalah apakah ini bermanfaat, benar dan baik untuk anak kita? apakah ini hanya sebatas keinginannya atau kebutuhannya. Dengan adanya Critical Thinking ini mengajak anak kita untuk berfikir sebelum menyatakan keinginannya.
Saat ini saya sedang berada di Zona 1 pulau Harmoni, Kompas telah saya miliki, tiket sudah saya pegang dan bekal sudah diberikan. Waktunya saya bersiap untuk mengisi ransel untuk penjelajahan. Zona 1 ini adalah tempat dimana saya menyiapkan perbekalan dan mengisi bahan bakar, karena tantangan di depan tidaklah mudah, maka sebelum saya melanjutkan ke zona berikutnya, saya harus menyiapkan perbekalan dengan sebaik mungkin. Saat ini saya diminta untuk melakukan self talk untuk menuliskan bekal apa saja yang akan saya bawa untuk melakukan penjelajahan samudera amarta ini.
Saya memilih 3 hal (bekal) yang paling saya butuhkan untuk dibawa selama misi penjelajahan Samudera Amarta ini, yaitu :
1. Niat
Niat adalah bekal utama yang harus saya bawa. Nawaitu harus saya kencangkan dan luruskan, niat ini pula yang menjadi peta bagi saya bahwa seperti yang disampaikan mba Utami Sadikin di awal bahwa niat kita dalam belajar di Ibu profesional ini adalah menjadi individu, ibu serta istri yang baik dari hari ke hari, dengan standar diri kita sendiri bukan orang lain. Dengan niat ini juga, kelak nanti akan menjadi penyemangat saya bahwa niat awal saya adalah harus menjadi pribadi yang lebih baik.
2. Diri Sendiri
Bekal diri sendiri yang saya maksud disini adalah kemampuan saya dalam memanjemen emosi serta manajemen waktu dalam mengikuti perkuliahan di Institut Ibu Profesional. Tidak dapat dipungkiri bahwa pekerjaan domestik seorang ibu rumah tangga yang tidak ada habisnya meski diberikan waktu 24 jam, menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk mengelola emosi serta waktu saya. Dengan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan domestik tepat waktu serta mengelola emosi insya Allah akan menjadi hal mudah bagi saya untuk menyelesaikan setiap tantangan perkuliahan yang ada.
3. Ridha Suami
Dengan adanya ridha suami ini sekaligus menjadi support system saya, bahwa suami ada untuk mendukung, menemani, serta membantu menyemangati bahwa apa-apa yang saya lakukan adalah untuk kebaikan bersama. Dengan adanya ridha suami juga membantu saya untuk tetap semangat dalam menaklukan setiap tantangan perkuliahan yang ada. insya ALLAH 💖
SALAM,
SETYA - IP SAMKABAR
#Zona1
#PenjelajahPelabuhanSamuderaAmarta
#Matrikulasi9
#InstitutIbuProfesional
#SemestaKaryaUntukIndonesia
Selasa, 06 November 2018
Balado Terong Teri
.
.
Bahan :
3 buah terong ungu, potong-potong
100 gr teri medan, goreng
1 sdt kaldu jamur (optional)
Garam dan gula secukupnya
Bumbu uleg :
20 buah cabe merah
5 buah cabe rawit merah
6 butir bawang merah
1 buah tomat buang bijinya
Cara membuat :
1. Goreng terong hingga matang, tiriskan
2. Panaskan minyak sisa menggoreng secukupnya, tumis bumbu halus hingga harum, tambahkan kaldu jamur, garam dan gula. Aduk rata tumis hingga matang.
3. Masukkan terong aduk rata, masukkan teri goreng. Aduk rata, angkat dan sajikan.














