My Blog Viewers :)

Jumat, 29 Agustus 2014

Diary Muslimah Part VII

Seorang lelaki meminta izin bertamasya kepada Rasulullah, maka jawab Rasul,"Tamasya umatku adalah Jihad Fisabilillah" (HR. Abu Dawud).  Sedang kita dalam kelalaian permainan disibukkan oleh perkara-perkara fana, dilelahkan oleh urusan yang tak selesai, yang tak dibawa mati.  Bila tamasyanya kaum muslim adalah jihad, lalu bagaimana kondisi mereka saat sedang tidak jihad?  Bagi muslim di Gaza, genjatan senjata ini karunia Allah, bagi muslim lain sebuah teguran karena belum bisa membantu membebaskan mereka.  Bila bagi kaum muslim jihad adalah tamasya, maka rentang diantara keduanya adalah waktu bekerja. 

Senin, 25 Agustus 2014

Diary Muslimah part VI

Ulama ada beda pendapat tentang definisi dan bentuk jilbab serta khimar,
 tapi tak pernah berbeda bahwa jilbab dan khimar itu wajib bagi muslimah.  
Pada masa Rasulullah, jangankan muslimah yang tak menutup aurat, Asma yang menutup aurat namun tak sempurna pun Nabi beri nasihat.  
Menutup aurat itu mencirikan setidaknya dua hal penting pada seorang Muslimah, ketaatannya pada Allah swt dan rasa malu, keduanya ciri salihah.  
Begitupun lelaki salih memandang ketaatan sebagai syarat utama, itu artinya wanita yang berhijab, taat Allah dan patuhi suaminya.  
Begitu juga anak-anak yang terlahir dan di didik ibu yang menutup aurat, ia teladan bagi anaknya, tak ada tanggungan baginya dunia dan akhirat.  
Begitupun seorang Muslimah yang menutup aurat karena ketaatannya, ia selamatkan ayahnya dari dosa, dan suaminya dari selaksa siksa.  
Menutup aurat itu salah satu tanda wanita tampakkan indah dan mulia, dengan menunjukkan peritah Allah melebihi segala-galanya.  
Mayat saja dimuliakan jasadnya dengan ditutup bagiannya. 
 Bagimu Muslimah, belum tibakah saatnya bersyukur akan nafas yang masih ada?


IBU

Rintik hujan turung beriring, samarkan isak airmata yang berlinang, seolah jatuh tak tersaring, menambah perih semua yang terkenang.  Tiap memoar bagai baru berselang, gundah gulana sampai canda tawa.  Ku kira ingatan itu sudah hilang, ternyata ia mengakar di relung jiwa.  Punggung yang tadinya tegak gagah kini terbaring lemah, mata yang dulu berbinar cerah kini terlihat sangat lelah.  berkali-kali aku dipapah punggung itu sambil berteriak bahagia, sepanjang hidupku aku selalu ingin mata itu menatapku bangga.

Ibu, masa tua memakan masa mudamu, namun tidak kebijaksaanmu.  Engkau selalu jelaskan bahwa dunia semu dan akhirat itu barang tentu.  Sepenggal nafas engkau hela, dadamu kembang kempis payah, disini aku berusaha untuk rela, entah kenapa bisa begitu susah.  Ku akui tidak sepanjang hidup aku membanggakanmu, bahkan mungkin lebih banyak menyusahkanmu.  Ku kira selama ini kau hanya pikirkan dirimu sendiri, saat ini baru aku mengerti kau hanya mengajarkan aku berdiri.  Ku kira selama ini kau orang yang paling tak perduli, ternyata kau seorang wanita yang tak pandai lisankan hati.

Segala mahal yang kau batasi, dan dunia yang tak kau beli, ternyata sebuah cara ajari, bahwa HIDUP UNTUK BERBAGI.  Mengapa sekarang aku baru mengerti? Mengapa sekarang baru aku pahami?  Bahwa memang banyak kekuranganmu yang aku saksikan, namun lebih banyak lagi kelebihan yang tak kau perlihatkan.  Bahwa kesalahanmu selalu banyak aku sebutkan, namun kesalahanku kau terima dengan senyuman.  Bahwa tak perduli seberapa jauh aku melangkah pergi, pelukan yang sama selalu menanti bila aku kembali.  Bahwa setiap hari tersedia bagiku suapan nasi dan tegukkan air, berapa payah tulang terbanting dan berapa banyak peluh mengalir?  Aku kehilangan ketenangan, sempurnalah penyesalanku.  Menekur semua salahku, takut akan sisa kesempatanku.  

Allah...
Ku mohon, beri aku waktu untuk melantunkan sepenggal ayat-Mu, agar aku perdengarkan padanya sebagaimana ia perbuat semasa kecilku.  Perkenankan firman-Mu menyesap kuatkan ringkih badannya.  Terimalah sebuah bakti kecil yang terakhir dari keturunannya.  Jadikan tilawahku ini sebagai pendamping lafadz syahadatnya, agar Engkau ampunkan dosanya dan tambah kebaikannya.  Allah, ku mohon.... untuk sekali lagi mengamini apa yang ia do'akan dan mengiba pada-Mu, sekali tengadahkan tangan dengarkan pintanya pada-Mu.  Merengkuh tangannya lalu menciumnya sekali lagi, untuk bisikkan ma'af  sebelum dia berpulang kembali.

Aku begitu bodoh, menyimpan lisan yang harusnya terkatakan, untuk banyak berterima kasih, bersyukur atas semua pelajaran.  Ibu, beri aku 20 menit saja untuk mengingat tanpa tagis diwajahmu, bagaimana aku bisa mengenang apabila berlinang juga airmata mu?  Jangan ucapkan apa yag sudah ku tahu, ku tahu sayangmu sepenuh jalanku.  Ibu, aku sayang padamu.



Diary Muslimah Part V

Komunikasi barulah sehat dan berguna apabila prasangka dihilangkan saat berbicara.  Apabila kita sudah berprasangka, maka syaitan yang berkuasa.  Bila sudah begini diam jauh lebih baik, karena bicara jadinya dosa.  Emosi cenderung membuat kita mencari-cari salah, bukan SOLUSI.  Memojokkan lawan bicara bukan menuntun dan menyemangati.  Prasangka buruk berujung menghakimi, tak perduli tak mau mengerti, bila dari awal sudah menyimpulkan, lalu apa gunanya diskusi?  Dan bila syaitan sudah mengambil alih, tanda-tandanya terlihat dilisan, kasar, kotor, penuh caci maki dan celaan, semua sarat keburukan.  Dan kata-kata yang dilontarkan memang diniatkan untuk menyakiti, karena hati berpenyakit senang orang lain sakit tersebab dirinya.

Dari situ diskusi berubah menjadi bagaimana menjatuhkan manusia.  Serang kehormatan dirinya, bukan lagi diskusi tataran ide, tapi individu.  Mereka lupa akal bisa ditakluk dengan dalil tapi hati jadi terkunci.  Akal melihat pada dalil, namun hati tertakluk pada akhlak ranggi.  Tak ada arti ilmu tanpa adab, dan adab itu bersumber dari iman, maka ilmu yang tak beradab, jauh dari keimanan.  Seorang pendakwah takkan pernah berkata kasar dan buruk akhlak, karena dia tahu persis, kasar itu menjauhkan dirinya dari mad'u.  Dan ingat, yang paling penting dalam diskusi bukan yang berdiskusi, tapi semua yang mengetahui diskusi itu, mereka yang menilai.  Jadikan akhlak yang mulia sebagai pakaian, lisan baik sebagai hiasan, biar Allah yang menilai, karena Allah yang memiliki hati manusia.

Senin, 18 Agustus 2014

Diary Muslimah Part IV

Iman itu perkara hati yang tak terlihat mata, namun cirinya terlihat lewat amalan raga.  Maka yang shalat, puasa, berhijab belum tentu beriman, tapi yang beriman pasti shalat, puasa, dan auratnya ditutupkan.  Karena iman itu pengakuan, yang mewajibkan adanya pembuktian, maka semakin banyak bukti, maka semakin kokoh keimanan.  Maka Al-Qur'an dalam ratusan ayat mengajak manusia berfikir, dalam alam, dalam hidup dan manusia ada tanda yang diukir.  Semakin banyak bukti, semakin kuat keyakinan, sampai satu titik keyakinan itu jadi tak tergoyahkan.  Saat iman pada Allah sudah mewujud berdasarkan bukti, saat diminta, jangankan harta, nyawapun tak berat untuk diberi.  Namun bukan keyakinan sesuatu yang muncul dari emosi.  Ia datang saat beramai-ramai dan pergi saat merasa sendiri.  Jadi istiqamah itu datangnya dari keyakinan, dan keyakinan itu perlu pembuktian.  Dan siapapun yang mampu membuktikan eksistensi Allah, maka menaati Allah dan istiqamah menjadi perkara yang tidak susah.  Namun bagi yang tidak meyakini Allah secara sempurna, menaati Allah seolah jadi beban yang mengekang jiwa.  Dan bagi mereka yang beriman, ada kebebasan dalam ketaatan.

Diary Muslimah Part III

Renungan untuk diriku sendiri...

Seorang muslim itu dilihat dari lisannya dan amalnya, siapa yang buruk lisannya biasanya juga buruk amalnya.  Lisan seorang muslim bukanlah yang pandai mencela, baik pada ummat lain, apalagi sesama saudara.  Dunia memang tak selamanya adil, akan ada kejahatan yang terbalaskan, ada kebaikan yang tak terjelaskan, karena itulah akan ada "Hari Pembalasan".  Jadi teruslah berbuat baik, walaupun manusia menuduh anda buruk, maka senantiasa jauhi keburukan walau dikira itu bagian dari kebaikan.  Manusia yang habis akal memang cenderung memfitnah.  Pahami saja, orang panik tak punya cara lainnya. Manusia yang dengki memang cenderung mencaci.  Coba mengerti saja, yang tumpul akalnya dan tajam lidahnya.

Bila kita berbuat hanya karena Allah, kita dicukupkan dari anggapan manusia.  Cukuplah Al-Qur'an yang jadi penyemangat dan pengingat.  Begitulah arti ayat yang selalu kita lisankan :"MAALIKI YAUMIDDIN", Dialah Allah, pemilik "Hari Pembalasan", Dia Yang Maha Adil.  Maka tidak lepas pengetahuan dan pengawasan-Nya akan hamba-Nya, semua baik dan semua buruk terlah tercatat.  Maka bertenanglah, jalan kebenaran ini panjang, tapi tentu pasti berujung, jalan perjuangan kadang melelahkan, tapi pasti akhirnya kebahagiaan.

Bertenanglah, di"Hari Pembalasan" penguasanya hanya ALLAH :)

Diary Muslimah part II

Terbata bata dan tersalah dalam menyampaikan kebenaran itu wajar.  Fasih dan mati-matian memperjuangkan salah dan dosa itu kurang ajar.  Yang belajar membaca Al-Qur'an, walau susah lidah dan terbata, ucap Nabi bagi mereka ada dua pahala : untuk susah dan belajarnya.  Namun, yang merasa berilmu lalu malah menyesatkan orang lain? Inilah kesombongan dan jahil yang hakiki, merasa lebih dari yang lain.  Syaitan bukan tidak berilmu, tapi ilmunya tak membawa pada taat, merasa dirinya lebih baik, lalu menolak kebenaran, maka syaitan dilaknat.

Yang paling berbahaya itu yang merasa dirinya sudah tahu, pada dirinya tak ada lagi yang perlu diberitahu atau diberi ilmu.  Yang lebih berbahaya lagi, merasa berilmu lalu merendahkan orang lain.  Tak ada manfaat apapun ilmunya kecuali menambah diri angkuh. Tiada diberi ilmu bermanfaat oleh Allah kecuali yang rendah hatinya.  Bila belajar dia memiliki adab, bila mengajar dia santun akhlaknya.  Dia memuliakan murid dan menghormati guru, dia tidak merasa paling tahu walaupun berilmu.  Dia memperbaiki kesalahan bukan menghina yang teersalah.  Memuji Yang Maha Benar, Bukan menyanjung manusianya.  Jika ilmu justeru membuatmu lebih jauh dari ALLAH, itu bukan ilmu melainkan tipuan syaithan.  Bila ilmu justeru membuatmu meremehkan manusia, sungguh engkau jauh dari tuntunan Muhammad saw.

Yaa Allah Yang Maha Ilmu, tuntunlah aku agar terus memberikan manfaat bagi orang di sekeliling ku, agar aku terus mengamalkan apa yang telah Kau karuniakan kepadaku..
Yaa Rabbi.. rendahkan hatiku, lembutkan lisanku, agar aku mudah meneladani Rasul Mu..
Yaa Rahman, berikanlah sifat kasih dan sayang kepadaku, agar aku dicintai oleh orang-orang disekeliling ku..
Yaa Rabb, ini semua tidak mudah jika tidak Engkau jadikan mudah, Kau Yang Maha Memiliki kunci hati setiap ummat..
Rabbi, karuniakanlah aku agar aku mudah meneladani Rasul Mu, mengamalkan Qur'an dan hadist Mu...
Kabulkanlah do'aku... 
Rabbana 'aatina fiddunya hasanah, wafil'akhirati khasanah, waa qinaa 'adzabannar.. Aamiin aamiin yaa Rabbal'alaiin.

Diary Muslimah part I

Adakah di bumi pernah berjalan manusia sesantun Muhammad saw ? Namun akhlak seagung beliau pun orang munafik tetap mencacinya.  Adakah kalimat lebih mulia ditimbang melainkan hadist Nabi saw ?  Namun kaum munafik selalu punya cara mengingkari dan mendebatnya.

Akhlak ku tentu tidak seagung Nabi, lisanku jauuh dari lembutnya Nabi.  Kerananya Nabi mencontohkan sabar dan ikhlas dalam berdakwah.  Tugas kita menyampaikan yang Nabi sampaikan dengan jelas.  Karena ALLAH selalu memiliki cara untuk menyelipkan kebaikan pada hati manusia.  Entah bagaimana caranya.

Aku pernah mendengar nasehat para ulama : bila kita menemui kekasaran maka tak usah kita balas dengan hal yang serupa, karena kekasaran menjauhkan manusia dari kebenaran.  Pengecut, pencela, akan selalu bersembunyi saat terang benderang.  Berdakwah terus tanpa henti, hanya ini yang harus difikirkan.  Allah tak pernah salah hitung,  Allah tak kan pernah lalai memperhatikan.  

Yaa Rabbi..
Hidayah itu milik-Mu, dan Engkau berikan kepada siapapun yang Engkau suka dan Engkau sukai, namun menghantarkan hidayah itu dengan kelembutan dan akhlak mulia.  Yaa Rabbi.... semoga Engkau berkenan melembutkan hati dan lisanku, dan bantu aku untuk terus istiqamah berada di jalan-Mu. Aamiin

Minggu, 03 Agustus 2014

How you Know about Setya Rosa Gallica ?

Assalamu'alaikum wr.wb

Hi Guys ! buat kalian yang pengen mengenal aku lebih dekat lagi, pengen sahabatan, pengen share tentang sesuatu, atau cuma sekedar "say Hello !" you all can find me at :


Twitter : @shineesetya

Instagram : setyasetya

Email :setyawati_sapphire@ymail.com

LINE : setyasetya

Jazzakumullah khairan katsir. 
ditunggu ya silaturahminya ..