Seorang muslim selalu punya cara sendiri untuk menata hatinya
Meski berlawanan dengan apa yang ia terima didalam kehidupannya.
Terkadang saat mendapat musibah, air matanya menetes.
Tapi...hatinya selalu yakin bahwa apa yang diberikan Allah kepadanya pasti yang terbaik.
Fisiknya mungkin tak kuat, fikirannya mungkin lelah.
Tapi...tidak dengan hatinya. Ia yakin ketika ia di uji itu sebagai tanda bahwa Allah mencintainya.
Ia yakin ada skenario indah yang telah Allah persiapkan untuknya.
Ia yakin setelah kesulitan akan selalu ada kemudahan.
Ia yakin ada banyak hikmah yang nanti ia petik.
Ia yakin Allah lebih tahu segalanya yang terbaik untuk hidupnya.
Ia yakin jika ia bersabar pasti akan berakhir indah.
Karena hidup tidak selamanya berjalan mulus.
Perlu batu kerikil, supaya kita berhati-hati.
Perlu semak berduri supaya kita waspada.
Perlu persimpangan supaya kita bijaksana dalam memilih.
Perlu petunjuk jalan supaya kita punya harapan tentang arah masa depan.
Perlu masalah supaya kita tahu, kita punya kekuatan.
Hidup, perlu pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras.
Perlu air mata supaya tahu merendahkan hati.
Perlu celaan supaya kita tahu bagaimana cara menghargai.
Perlu tertawa supaya kita tahu mengucap syukur.
Perlu tersenyum supaya kita tahu kita punya cinta.
Perlu orang lain supaya kita tahu bahwa kita tidak dapat sendiri dalam hidup di dunia.
Meski berlawanan dengan apa yang ia terima didalam kehidupannya.
Terkadang saat mendapat musibah, air matanya menetes.
Tapi...hatinya selalu yakin bahwa apa yang diberikan Allah kepadanya pasti yang terbaik.
Fisiknya mungkin tak kuat, fikirannya mungkin lelah.
Tapi...tidak dengan hatinya. Ia yakin ketika ia di uji itu sebagai tanda bahwa Allah mencintainya.
Ia yakin ada skenario indah yang telah Allah persiapkan untuknya.
Ia yakin setelah kesulitan akan selalu ada kemudahan.
Ia yakin ada banyak hikmah yang nanti ia petik.
Ia yakin Allah lebih tahu segalanya yang terbaik untuk hidupnya.
Ia yakin jika ia bersabar pasti akan berakhir indah.
Karena hidup tidak selamanya berjalan mulus.
Perlu batu kerikil, supaya kita berhati-hati.
Perlu semak berduri supaya kita waspada.
Perlu persimpangan supaya kita bijaksana dalam memilih.
Perlu petunjuk jalan supaya kita punya harapan tentang arah masa depan.
Perlu masalah supaya kita tahu, kita punya kekuatan.
Hidup, perlu pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras.
Perlu air mata supaya tahu merendahkan hati.
Perlu celaan supaya kita tahu bagaimana cara menghargai.
Perlu tertawa supaya kita tahu mengucap syukur.
Perlu tersenyum supaya kita tahu kita punya cinta.
Perlu orang lain supaya kita tahu bahwa kita tidak dapat sendiri dalam hidup di dunia.




